Jumat, 02 Desember 2011

Pelajaran Kecil dari Konosuke Matsushita

Konosuke Matsushita, pendiri Matsushita (Panasonic) group, adalah sosok yang kharismatis. Salah satu ucapan dia yang terkenal adalah “Perusahaan yang memproduksi barang adalah perusahaan yang mengasuh manusia” (mono wo tsukuru kaisha wa hito wo sodateru kaisha). Artinya dia menempatkan manusia sebagai sentral dalam pengembangan perusahaan/bisnisnya. Itulah yang dia tunjukkan dalam berbagai episode kehidupannya.

Ada cerita yang sudah cukup sering ditulis di sana sini, tentang bagaimana Matsushita memilih untuk tidak mengurangi karyawan saat krisis ekonomi yang sangat dahsyat tahun 1929. Ia mengurangi produksi dengan mengurangi jam kerja karyawan, dan tetap membayar upah mereka. Menjamin karyawan dan keluarganya bisa tetap bertahan hidup di tengah krisis.
Di kemudian hari para karyawan yang dia selamatkan ini menyelamatkan dirinya. Saat Jenderal Mc Arthur menguasai Jepang, dia menahan banyak pengusaha yang terlibat dalam produksi senjata selama perang. Sebagian dari pengusaha ini melakukan hal itu karena terpaksa, di bawah tekanan rezim militer. Matsushita termasuk di antaranya. Tapi para karyawan yang diselamatkan tadi membuat petisi, meminta Matsushita dibebaskan. Akhirnya petisi ini dikabulkan.
Ada lagi cerita menarik yang saya dengar melalui sebuah stasiun TV Jepang. Suatu hari Matsushita hendak menghadiri sebuah pertemuan bisnis penting. Iya hendak menggunakan mobil, tapi sopirnya belum datang. Ia menunggu cukup lama sampai akhirnya sopir itu datang. Akibatnya ia terlambat sampai ke tempat pertemuan.
Matsushita marah besar dengan kejadian ini. Ia mengumumkan bahwa kejadian ini memalukan dan tak boleh terulang. Agar tak terulang, harus ada yang dihukum potong gaji (kalau tak salah potong sebulan gaji). Siapa yang dihukum? Ketika keputusan diumumkan, banyak orang terkejut. Ternyata Matsushita sendirilah yang dipotong gajinya. “Yang terlambat hadir di pertemuan itu saya, bukan sopir saya. Saya punya kewajiban mencari jalan agar tidak terlambat ketika sopir saya berhalangan.” begitu alasan yang dia berikan.
Di saat lain diceritakan Matsushita sedang mengamati pengunjung yang antri hendak masuk ke sebuah museum Panasonic. Terjadi antrian panjang di bawah cuaca yang cukup panas. Karena kasihan melihat pengunjung yang kepanasan itu, Matsushita mengambil beberapa lembar pamflet Panasonic, lalu membuat topi dengan kertas pamflet itu, lalu membagikannya ke pengunjung. Hal ini kemudian ditiru oleh para stafnya. Ternyata ada efek yang tak lazim dari kegiatan ini. Topi kertas berlogo Panasonic itu tetap dipakai pengunjung dalam perjalanan pulang, sehingga menjadi semacam media iklan. Kemudian pihak museum secara resmi menyediakan topi kertas berlogo Panasonic.

Sumber:

TAHUKAH ANDA? Programmer pertama di dunia adalah seorang “wanitTAHUKAH ANDA? Programmer pertama di dunia adalah seorang “wanita”a”

DEWASA INI banyak orang beranggapan bahwa pekerjaan programmer identik dengan pekerjaan kaum pria, dan mungkin Anda juga beranggapan demikian. Tapi tahukah Anda bahwa programmer pertama di dunia adalah seorang “wanita”?
Augusta Ada King, Countess of Lovelace (10 December 1815 – 27 November 1852), atau lebih dikenal dengan sapaan Lovelace, seorang wanita berasal dari Inggris yang dinobatkan sebagai programmer pertama di dunia. Lovelace merupakan putri  seorang penyair bernama George Gordon, Lord Byron ke-6, dan ibunya Anne Isabella “Annabella” Milbanke, Baroness Wentworth. Ibunda Lovelace berpisah dengan ayahnya sejak Lovelace masih kecil, dan Lovelace dibesarkan oleh ibundanya.
Sewaktu kecil Lovelace sering sakit-sakitan. Saat Lovelace berumur 8 tahun dia mengalamai sakit kepala sangat hebat yang mempengaruhi pengelihatannya, bahkan pada tahun 1829, Lovelace pernah mengalami kelumpuhan yang menyebabkannya harus terbaring untuk beristirahat selama hampir setahun. Dan pada tahun 1931, Lovelace kembali bisa berjalan, meskipun masih dengan bantuan tongkat.
Lovelace melanjutkan pendidikan melalui home schooling akibat kesehatannya yang buruk. Lovelace diajarkan matematika pada umur yang muda oleh William Frend, William King dan Mary Somerville. Selain itu, salah seorang guru Lovelace adalah seorang ahli matematika dan logika, Agustus De Morgan. Lovelace sangat menikmati waktunya mempelajari matematika, bahkan dia menganggap matematika merupakan bagian dari hidupnya.
Karena kemampuannya yang tinggi dalam bidang matematika, Charles Babbage, merupakan salah satu tokoh terkenal dalam bidang komputer, mempekerjakan Lovelace dalam pengerjaan mesin analitis. Pada saat itu, mesin analitis merupakan mesin yang digunakan untuk menerapkan kerja sebuah algoritma, dan dianggap merupakan awal mulanya mesin komputer. Dengan menggunakan mesin analitis inilah, Lovelace dipekerjakan menjadi seorang programmer.
Adapun program yang pertama kali dibuat oleh Lovelace adalah pengimplementasian algoritma Bernouli’s Numbers dengan menggunakan mesin analitis milik Babbage. Lovelace memulai memprogram algoritma tersebut ketika Charles Babbage menyuruh Lovelace untuk menerjemahkan paper dari Luigi Menabrea, seorang insinyur dari Italia. Paper tersebut dikenal dengan Menabrea’s paper. Dari situlah Lovelace mulai membuat program algoritma tersebut selama hampir satu tahun. Kemudian pada tahun 1952, seratus tahun setelah kematiannya, ditemukan catatan milik Lovelace mengenai mesin analitis milik Babbage. Catatan tersebut kemudian disusun berdasarikan label dari A sampai G. Dari catatan berlabel G itulah diketahui program pertama yang dibuat oleh Lovelace, dan Lovelace pun dinobatkan sebagai programmer yang pertama di dunia.
Bukan hanya itu, departemen pertahanan Amerika Serikat menciptakan sebuah bahasa pemrograman bernamaADA yang merupakan nama dari Lovelace.  Sejak tahun 1998, Lovelace diberikan mendali atas namanya oleh masyarakat Inggris dan kompetisi tahunan bagi wanita dalam bidang komputer. Dan pada tanggal 24 Maret sudah ditetapkan sebagai “Ada Lovelace Day”, hari untuk memperingati prestasi wanita di dalam teknologi dan pengetahuan. Lovelace merupakan salah satu inspirator baru para kaum hawa, sebagai teladan dari semangat dan kemauannya yang tinggi dalam menuntut ilmu. Keterpurukkan dalam keluarga maupun kemerosotan kesehatannya waktu kecil tidak pernah menyurutkan semangatnya dalam belajar dan berkarya.
SUMBER:

hidup itu simple

Hidup itu simple. Sebisa mungkin kubuat hari-hariku sederhana. Sederhana tanpa ada beban pikiran. Simple bukan berarti datar, ya meminimalisir masalah. Aku tidak mau kena masalah apapun kepada siapapun. Ya kalau ada masalah juga yang tidak terlalu penting aku anggap tidak terjadi apa-apa.

Lapar, makan. Haus, minum. Tidak bisa, jangan dilakukan. Bisa, lakukanlah. Mudah.. Berbicara atau menulis memang mudah penerapannya itu yang mungkin sulit. Jadi ya aku hanya menjalani yang ada saat ini. Keadaan berbicara A, aku jalani A. Selanjutnya serahkan sama Allah s.w.t.

Kamis, 01 Desember 2011

a WISH

Yap, mempunyai keinginan boleh saja. Tapi dikabulkan atau tidak urusan belakangan, menurutku. Pasti setiap orang mempunyai keinginan. Berbagai macam keinginan. Aku ingat satu kalimat "Banyak keinginan yang telah dikabulkan olehNya tapi apa balasan kita kepadaNya?" dari kalimat iu aku coba memahami satu per satu keinginanku. Banyak keinginanku yang telah tercapai hingga detik ini. Bagaimana bisa aku mngeluh kalau ada satu (mungkin lebih dari satu) keinginanku yang belum terkabul sedangkan lebih dari au kinginanku telah tercapai. Oke, aku tidak akan marah kepada siapapun apa siapapun terlebih lagi kepada Tuhanku yng tidak mengabulkan keinginanku. Dia lebih tau yang mana yang baik untukku. Berani mempunyai keinginan berani menanggung resiko. Jika keinginanku belum terkabul aku harus menerima resiko itu. Berpikir positif, mungkin jika keinginan itu terkabul akan mendatangkan bahaya atau mndatangkan keburukan bagi aku sendiri atau orang lain. Allah pasti mngabulkan keinginan hambanya. Itu pasti dan aku yakin, masalahnya adalah kapan keinginan itu terkabul. Cuma waktu yng bisa menjawab. Satu, Dia mengatakan iya dan mengabulkan keinginan kita. Dua, Dia bilang tidak dan mememberi kita sesuatu yang lebih baik dari keinginan kita.Tiga, Dia bilang tunggu dan memberi kita yang terbaik. Itu cukup bagiku. Dan aku harus selalu bersyukur. Satu lagi, dan tersenyum :)

Sabtu, 26 November 2011

Sore 26 November 2011

Entah apa yang baru saja aku alami. Beberapa jam yang lalu di sebuah tempat pemberhentian kereta api. Aku benar-benar tidak mengerti. Aku memang bodoh. Ya... BODOH! Gengsi untuk mengatakan sesuatu? Atau mungkin dia menungguku mengatakan baru dia mengatakan sesuatu. Ingin aku mengatakan itu tapi .... berat, dangat berat. Dan saat itu aku mengecewakannya. Bodoh!

Sebut saja  'hitam'. Niatku, inginku bersama dia sepanjang hari. Aku merasa senang, bukan sekedar senang tapi bahagia seperti kertas putih yang diberi banyak warna.Hitam oh hitam.. Aku sendiri tidak mengerti apa yang aku alami. Aku mengambil resiko terlalu berat mempunyai keinginan itu. Tapi di sisi lain, hati dan pikiranku telah larut. Larut dan susah untuk dipisahkan. Mungkin aku terlalu cuek. Tapi dalam pikiran ini, aku selalu memperhatikannya. Inginku benar-benar menunjukkan itu tapi .. lagi-lagi aku masih belum berani.

Ya Allah apakah ini salah? apakah 'WISH'ku salah? Aku hanya mempunyai wish (=keinginan). Semua orang berhak mempunyai keinginan. KE-I-NGIN-AN. Apalah arti sebuah keinginan itu sendiri. Satu yang harus aku ingat: bersyukur Allah telah memperkenalkan seorang hitam dalam kehidupanku.

ShareThis