Kamis, 27 Januari 2011

I write this for ♥ Simon ♥



         Beberapa hari yang lalu Dia mecoba naik ke atas tempat tidurku. Ada tempat yang Dia sukai di samping tempat tidurku yaitu di antara beberapa tumpukan tasku. Sebelumnya Dia pernah berada disana, Dia tidur begitu nyaman untuk waktu yang lama. Namun aku larang, aku kembali menurunkan Dia dari tempat tidur ketika Dia berhasil naik ke atas tempat tidurku. Tetapi Dia tidak segera pergi meninggalkan kamarku, dia mencoba dari sisi lain tempat tidurku untuk melompat naik. Kali ini aku jaga dengan bantal. Dia terus berjalan ke sisi lainnya, mencari celah. Ketika Dia berhasil menancapkan kukunya yang tajam ke sisi tempat tidurku untuk membantu mendaki, aku bawa Dia turun kembali ke lantai. Beberapa kali seperti itu dan Dia tidak menyerah. Aku tidak lantas berpaling dari kejadian ini, aku terus duduk di pinggir tempat tidur dan mengawasi kalau-kalau Dia mencoba untuk merangkak naik. Saat itu Dia menatapku, menatap wajahku dengan tajam. Dia menginginkan berada di tempat itu, dan satu-satunya jalan menuju kesana adalah melalui tempat tidurku. Aku ingat saat Dia menatapku dan Dia berbicara. Mungkin yang Ia katakan adalah memintaku untuk mengizinkan berada disana. Itu hanya dugaanku saja. Lama kelamaan aku lelah mengawasi Dia, kemudian aku membawanya pergi aku letakkan Dia di dekat ayahku yang sedang duduk. Tidak lama kemudian Dia kembali mendatangiku dan tetap berusaha keras. Kali ini Dia yang lelah, Diapun pergi meninggalkan kamarku, betapa senang hatiku saat itu.


        Suatu malam, saat aku sedang tidur lelap, aku terbangun dan Dia sudah berada tepat di sampingku, sempat aku menggiring Dia untuk turun tetapi Dia begitu menginginkan berada di kasurku. Aku biarkan Dia tidur bersamaku. Ketika aku terbangun untuk kedua kalinya aku mendapati Dia di ujung kakiku. Dan aku kembali membiarkan Dia. Beberapa kali aku merasa kakiku bersentuhan dengan Dia. Aku bangun dan aku bercerita kepada mamaku. Mamaku mengingatkanku kalau Dia sudah bersih.


       Keesokan harinya setalah kejadiaan itu, aku dengar Dia telah pergi. Aku bertanya kepada orang tuaku ternyata Dia sedang sakit terkena virus. Aku lihat Dia begitu lemas tidur di tempat yang mamaku sediakan. Aku masih melihat Dia bernafas. Mamaku merawatnya, mamberinya obat, memberi minum. 3 hari Dia bertahan seperti itu, dan akhirnya aku melihat tempat yang dipakai untuk merawatnya sedang berada di dapur. Aku bertanya, ternyata benar Dia telah pergi.


        Satu hal yang aku dapat dari sini, biarkanlah seekor binatang untuk menempati sebuah tempat yang menurutnya nyaman walaupun menurut kita tidak. Biarlah Dia berada tempat itu, kamu akan tahu betapa senangnya Dia saat kamu kehilangan Dia. Selamat jalan Simon, jalan seperti ini yang terbaik untuknya aku percaya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ShareThis