Sabtu, 16 April 2011

goresan warna

beberapa lukisan yang pernah saya buat


lukisan kue di atas kanvas kecil berukuran 20 x 30 cm dibuat tahun 2008 menggunakan cat acrylic




lukisan di atas kertas pembungkus soal ujian blok, dibuat sewaktu SMA kelas 1 bersama seorang teman saya bernama Eva Aprilia selesai ujian kami membuat lukisan itu tanpa sengaja menggunakan cat air. lukisan yang menceritakan tentang suramnya pelajaran-pelajaran yang ada, bulat-bulat berwarna hijau bertanda kita sedang ujian dengan menghitamkan menggunakan LJK, bunga ditengah-tengan menggambarkan disaat susah banyak teman-teman yang menghibur dan membuat tertawa




sawah menuju lautan





bottom girl with red shoes and bag




ballerina in blue




logo fashion clothes



wajah hampa


cita-cita : Arsitek

saya tertarik dengan dunia ke-arsitekan, semenjak kecil setiap melihat acara tentang desain rumah di tv saya selalu nonton dan mulailah pikiran saya berjalan untuk punya ini itu di masa yang akan datang. akhirnya ketika SMA saya memilih jurusan IPA dan ketektarikan itu semakin besar ketika saya duduk dengan seorang teman yang orang tuanya seorang arsitek. saya mulai coa merancang rumah sesuai dengan keinginan saya. walaupun mencong sana sini dan tidak pakai rumus tetapi tidak kalah bagusnya dengan gambar-gambar yang sudah terlatih. 



ayahku juga tertarik dengan dunia perancangan, dia punya beberapa koleksi buku cara mendesain rumah. saya juga membuat miniatur rumah yang saya rancang dengan menggunakan karton yang belum terselesaikan sampai sekarang hihihi semoga saja saya dapat memantapkan karir saya di masa yang akan datang

belajar Paper Quilling

sekilas tentang paper quilling


Paper quilling(paper filigree) merupakan seni menggulung kertas untuk dijadikan anekabentuk yg kemudian dirangkai menjadi suatu bentuk karya seni. Paper quilling pertama kali dikenal abad ke-15 di Inggris. Di salah satu galeri di New York, masih dapat ditemui karya seni yg menggunakan teknik ini yang dibuat pada tahun 1790-an.


Sesuai dengan perkembangan teknologi, sekarang para pencintapaper quilling bisa mendapatkan kertas dengan kualitas tinggi dan variasi warna yang lebih lengkap.

Kita dapat membuat aneka kreasi dgn menggunakan teknik ini, baik yang berbentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi, seperti aneka miniatur.

Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat kreasi dengan menggunakan paper quilling adalah 

  • Kertas quilling
Dapat dibeli yang sudah potong dengan lebar 1.5 mm, 3mm dan 6 mm. Atau bisa juga dipotong sendiri dengan ukuran yang dikehendaki.

  • Karton dan kertas
Untuk membuat kartu ucapan atau sebagai dasar untuk hiasan dinding.

  • Quilling board
Alas dari gabus yang memiliki lubang beraneka ukuran pada permukaannya. Alat ini digunakan untuk membuat hasil "gulungan longgar" yang sama besar. Kalau tidak ada, dapat diganti dengan memakai penggaris yang mempunyai lubang2 beraneka ukuran.
  • Jarum quilling
Alat ini tersedia di toko craft. Bisa juga menggunakan jarum besar yang mempunyai lubang benang yang besar yang dipotong bagian atas lubangnya.

  • Penggaris besi
Alat ini digunakan bersama cutter dan cutting mat untuk memotong kertas atau karton.

  • Lem putih
  • Gunting
  • Pinset
  • Tusuk gigi
  • Jarum pentul

Iseng-iseng coba bikin

kertas paper quilling bisa di beli di gramedia harganya Rp.15.500 terus cari deh cara-cara bikinnya di google atau ngga beli bukunya. gue sih lebih milih googling aja

           






belum jadi hobbi tapi untuk sekedar isi waktu luang hasilnya cukup memuaskan, bisa jadi pajangan buat di kamar, atau buat temen yang lagi ultah, di jual juga laku. so? coba sendiri di rumah.........




                                                

paham liberal

Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan. Paham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik) yaitu kebebasan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak. Tokoh: Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rousseau, Herbert Spencer, Harold J. Laski.


Menurut Thomas Hobbes ketahanan nasional yang menganut paham liberal adalah Menurut Thomas Hobbes, dalam pactum subjectionis rakyat telah menyerahkan seluruh haknya kepada raja dan hak yang telah diserahkanya tidakdapat ditarik kembali.penyerahan semua hak kodrat individu kepadaraja bersifat mutlak sehingga raja akan memperoleh dan menjalankan kekuasaan itu secara mutlak pula. Negara itu seharusnya berbentuk kerajaan mutlak/monarkhi absolute.

konsep wawasan benua

Teori ahli Geopolitik ini menganut "konsep kekuatan"ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan didarat ajaranya menyatakan :barabg siapa dapat menguasai "daerah jantung"yaitu eropa dan asia,akan dapat menguasai "pulau dunia"yaitu Eropa,Asia,Afrika dan akhirnya dapat menguasai dunia.


Dunia saat ini hampir menyerupai salah satu yang Sir Halford Mackinder diperiksa pada tahun 1904, ketika ia pertama kali menulis tentang kelebihan dari posisi tengah di daratan Eurasia. Teori-teorinya akan memiliki pengaruh sepanjang abad, menginformasikan dan membentuk kebijakan AS sungkup selama Perang Dingin. Hari ini, hampir satu abad setelah teorinya "Heartland" muncul menjadi ada, ada minat baru di wilayah yang dianggap Mackinder kunci untuk dominasi dunia. The Heartland dari daratan Eurasia mungkin memainkan peran penting dalam abad berikutnya, dan kebijakan negara adikuasa sendirian saat ini terhadap daerah yang akan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap karakter dari sistem internasional.

Eurasia, "World Island" untuk Mackinder, masih pusat kebijakan luar negeri Amerika dan kemungkinan akan terus begitu selama beberapa waktu. kebijaksanaan konvensional yang hanya memegang kekuasaan mendominasi sumber daya dari Eurasia akan memiliki potensi untuk mengancam kepentingan Amerika Serikat. Namun bahwa kebijaksanaan konvensional, serta banyak asumsi lain yang tradisional menginformasikan kebijakan kami, belum menjadi sasaran pengawasan yang cukup dalam terang realitas internasional berubah. Banyak geopolitik "kebenaran" yang telah lulus ke dalam kanon intelektual keamanan jarang mendapatkan pemeriksaan ulang yang tepat untuk menentukan relevansi mereka dengan sifat terus berkembang dari sistem. Apakah sistem dunia statis, tidak ada teori lebih lanjut akan diperlukan. Karena tidak, kita harus selalu mengevaluasi kembali asumsi dasar kita untuk melihat apakah tidak ada "abadi" aturan permainan, geopolitik dan sebaliknya, benar-benar ada.


Geopolitik secara tradisional didefinisikan sebagai studi tentang "pengaruh faktor geografis pada tindakan politik," [3] tetapi definisi ini sering dikutip gagal untuk menangkap banyak makna yang telah berevolusi untuk jangka selama bertahun-tahun. Dr Gearoid Ó Tuathail, sebuah geografi Irlandia dan profesor di Virginia Tech, telah mengidentifikasi tiga penggunaan utama dari "geopolitik" sejak akhir Perang Dunia II. Pertama, kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan survei suatu wilayah tertentu atau masalah, untuk "membaca fitur nyata dari yang dianggap` realitas eksternal. '"[4] Geopolitik, menurut penggunaan ini, adalah lensa melalui yang survei masalah: "The Geopolitik X, dimana X adalah minyak, energi, sumber daya, informasi, Timur Tengah, Amerika Tengah, Eropa, dll" Kedua, geopolitik bisa identik dengan riil politik, yang menurut Ó Tuathail adalah "hampir secara eksklusif warisan Henry Kissinger." [5] Kissinger menggunakan istilah untuk menggambarkan usahanya untuk menjaga "keseimbangan yang menguntungkan" dalam politik dunia, dan tunggal-nya kemampuan untuk melihat kursus yang tepat dan berlayar untuk itu. Nya pendekatan Machiavellian adalah infamously tanpa ideologi (atau "sentimentalitas"), dan dengan demikian menyebabkan geopolitik panjang untuk jatuh dari nikmat dengan banyak praktisi kebijakan luar negeri yang mengikuti. Terakhir, dan yang paling penting untuk tujuan kita, geopolitik telah menjadi identik dengan grand strategy, "tidak, seperti dalam Kissinger, tentang perilaku taktis sehari-hari kenegaraan." [6] teori, seperti geografi tempat Gray Colin di pusat hubungan internasional dan upaya menguraikan, faktor fundamental yang kekal yang mendorong tindakan negara. Ini jejak keyakinan akarnya langsung kembali ke Sir Halford Mackinder dan teori-teori tentang Heartland.


Kepada awal abad ke-20 geografi Inggris Sir Halford Mackinder, sejarah dunia adalah kisah konflik terus-menerus antara kekuatan darat dan laut. Di masa lalu, selama apa yang ia digambarkan sebagai Epoch Columbus, meningkatkan mobilitas bahwa laut yang diberikan menempatkan kekuatan angkatan laut pada keuntungan yang berbeda atas musuh teritorial mereka. Contoh klasik keunggulan ini adalah Perang Krimea, di mana Rusia tidak bisa proyek listrik ke selatan seefektif laut yang dipasok Perancis dan Inggris, meskipun fakta bahwa medan perang jauh lebih dekat ke Moskow daripada ke London. Tapi Epoch Columbian datang ke kesimpulan pada pergantian abad ke-20 ketika Mackinder sedang menulis pertama, sebagai teknologi yang berkembang, khususnya sistem rel kereta api, diperbolehkan kekuasaan lahan yang akan hampir sama mobile sebagai orang-orang laut. Karena tanah kekuasaan di Pulau Dunia memiliki jarak lebih kecil untuk perjalanan dari kekuatan laut yang beroperasi di pinggiran tersebut, setiap peningkatan mobilitas mereka ujung akan keseimbangan kekuatan yang menguntungkan mereka. Ini "garis interior" memberi kekuasaan dengan "posisi sentral" di Pulau Dunia kemampuan untuk proyek listrik di mana saja lebih cepat daripada kekuatan laut bisa membela. Dengan demikian, yang memerintah Heartland akan memiliki kemungkinan memerintah seluruh Pulau Dunia.


Mackinder percaya bahwa dunia telah berevolusi menjadi apa yang disebut "sistem tertutup." Tidak ada lebih banyak ruang untuk ekspansi pada akhir abad ke-19, untuk kolonialisme telah membawa seluruh dunia di bawah kekuasaan Eropa. Kekuatan politik masa depan, Mackinder berspekulasi, akan ditandai dengan persaingan memperebutkan wilayah tua daripada pencarian yang baru. Konsep-Nya Heartland ingat gagasan strategi abad ke-18 'dari "posisi kunci" di medan perang, [7] pengakuan yang sangat penting untuk meraih kemenangan. strategi militer Tradisional berpikir bahwa kontrol posisi kunci di peta sangat penting untuk memenangkan perang, dan sejak Mackinder diakui bahwa dunia bulat itu sekarang menjadi salah satu medan perang identifikasi, besar dan pengendalian posisi kunci akan mengarah pada supremasi global.

Paham Kekuasaan

Paham kekuasaan menurut beberapa para ahli yaitu :
TEORI-TEORI KEKUASAAN
Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh negara yang bersangkutan.
1. Paham-Paham Kekuasaan
aMachiavelli (abad XVII)
Sebuah negara itu akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil:
1.   Dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara  dihalalkan
2.  Untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide et empera)  adalah sah.
3.  Dalam dunia politik,yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.
bNapoleon Bonaparte (abad XVIII)
Perang dimasa depan merupakan perang total, yaitu perang yang mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional. Napoleon berpendapat kekuatan politik harus didampingi dengan kekuatan logistik dan ekonomi, yang didukung oleh sosial budaya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa  untuk membentuk kekuatan pertahanan keamanan dalam menduduki dan menjajah negara lain.
cJendral Clausewitz (abad XVIII)
Jendral Clausewitz sempat diusir pasukan Napoleon hingga sampai Rusia dan akhirnya dia bergabung dengan tentara kekaisaran Rusia. Dia menulis sebuah buku tentang perang yang berjudul “Vom Kriegen” (tentang perang). Menurut dia  perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Buat dia perang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa.
d. Fuerback dan Hegel
Ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan seberapa banyak emas yang dimiliki oleh negara itu.
e. Lenin (abad XIX)
Perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Perang bahkan pertumpahan darah/revolusi di negara lain di seluruh dunia adalah sah, yaitu dalam rangka mengkomuniskan bangsa di dunia.
f. Lucian W. Pye dan Sidney
Kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar pada kebudayaan politik bangsa ybs. Kebudayaan politik akan menjadi pandangan baku dalam melihat kesejarahan sebagai satu kesatuan budaya.
Dalam memproyeksikan eksistensi kebudayaan politik tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi-kondisi obyektif tetapi juga harus menghayati kondisi subyektif psikologis sehingga dapat menempatkan kesadaran dalam kepribadian bangsa.

ShareThis